Berpetualang bukanlah perkara siap finansial ataupun siap fisik saja, tapi juga siap dengan kondisi apapun yang akan terjadi terlebih lagi dengan keadaan alam yang tidak dapat di prediksi, seperti pegunungan. Cuaca bisa saja terasa panas dan terik di siang hari, namun malam hari bisa jadi sangat dingin. Bahkan di musim kemarau cuaca di gunung bisa menjadi sangat dingin pada malam hari dari pada musim hujan.

Sebagian besar penyebab kematian pendaki bukan karena kecelakaan, tapi karena kedinginan atau lebih dikenal dengan hipotermia. Penyebab hipotermia adalah kehilangan panas tubuh secara drastis yang menyebabkan penderita hilang kesadaran.
Dari pengalaman-pengalaman selama pendakian ada bebarapa cara mengatasi kedinginan untuk mencegah kedinginan berlanjut menjadi hipotermia. seperti :
1. Mengganti pakaian basah dengan pakaian kering ketika tidur.
Tidak baik menggunakan pakaian perjalanan buat tidur, sebab selain bau keringat, pakaian tersebut tentulah basah karena keringat atau pun air hujan. Meskipun tidak basah kuyup pakaian tersebut tidak masuk dalam kategori pakaian kering, tapi lembab. Pakaian yang basah atau lembab dapat menjadi pemicu kedinginan jika digunakan untuk tidur.
Untuk pendakian 3 hari 2 malam, Saya selalu membawa minimal 2 -3 pakaian ganti, 1 digunakan ketika dalam perjalanan, 1 lagi ketika sedang tidur, jika pakaian untuk perjalanan basah saya sempatkan untuk menjemurnya ketika pagi, dan membiasakan diri untuk mengganti pakaian  ketika tidur.
2. Jika merasa sangat kedinginan segeralah berhenti dan mendirikan tenda, lalu segera menganti pakaian, dan masuk kedalam sleeping bag. Jangan lupa makan, dan meminum minuman hangat seperti air jahe.
Pernah suatu ketika pendakian ke Gunung Merapi, kebetulan teman saya Cewek kedingan sewaktu sampai di pasar burbah, anggota tim yang lain segera mendirikan Tenda dan membuat air panas.Sementara yang kedingian langsung mengambil sleeping bag lalu kemudian memasukan botol-botol yang telah diisi dengan air panas ke dalam sleeping bag ini bertujuan untuk menghangatkan suhu di dalam kantong tidur tersebut.
Jika masih dalam perjalanan dan tidak ada tempat untuk mendirikan tenda buat lah api unggun kecil dari ranting pohon kering. Jika terlalu sulit untuk mencari kayu bakar, segera nyalakan kompor sembari tim yang lain menyiapkan bivak untuk beristirahat.
3. Gunakan Alumunium foil, emergency blanket.
Jika masih dingin bungkuslah tubuh penderita dengan matras alumunium foil, atau jika ada gunakan emergency blanket. Ini adalah cara yang umum digunakan untuk penanganan gejalan hipotermia. Sebelum membungkus tubuh penderita dengan sleeping bag + matras alumunium foil, sebaiknya penderita mengganti pakaiannya yang basah dengan pakaian kering terlebih dahulu, lalu gunakan sleeping bag dan emergency blangket di bagian luar. Biar lebih hangat masukan juga botol yang telah diisii air panas kedalam sleeping bag.
4. Cara Tradisional 
Cara tradisional, jika membawa jahe, segera parut jahe atau tumbuk hingga halus kemudian balur jahe tersebut ke seluruh tubuh penderita sebelum masuk ke sleeping bag.  Lebih bagus lagi jahe merah, karena lebih panas. Cara ini pernah saya terapkan dipendakian merbabu, dan berhasil.
Jika mengalami kejadian ataupun kendala pada saat melakukan kegiatan pendakian, sebaiknya jangan panik dan tetap berpikir jernih. Apa lagi wanita, pleaseee jangan nangis karena akan membuat situasi semakin panik. Menenangkan diri dapat membantu kita mencari solusi mengatasi kendala yang dihadapi.
Safety First. Ingat mendaki bukan tentang ketinggian yg di capai, tapi tentang keselamatan pendakian. Jangan sampai kita mati konyol karena mendaki hanya bermodal nekat dan dengkul..
Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *