JIKA POHON TERAKHIR TELAH DITEBANG,
IKAN TERAKHIR TELAH DITANGKAP,
SUNGAI TERAKHIR TELAH MENGERING,
MANUSIA BARU SADAR,
KALAU UANG TAK DAPAT DIMAKAN.

 

 

Kawasan Karanganyar, memang sejak dulu di kenal sebagai kawasan perkebunan teh serta objek wisata alamnya. Pemandangan perbukitan hijau perkebunan teh berlatar belakang gunung lawu yg berdiri kokoh menjadi daya tarik tersendiri. Air yg mengalir dari sumber nya membentuk sungai kecil di sela-sela bebatuan besar. Beberapa objek wisata alam terbentuk secara alami seperti air terjun, yg jumlahnya cukup banyak di karanganyar. Sebut saja, air terjun Grojogan Sewu, Gerojogan Jumog. Sementara beberapa pengelola desa setempat pun mulai memanfaatkan aliran sungai, aliran sungai dari pegunungan tak lagi sekedar untuk irigasi pertanian namun juga untuk wisata river tubing.

Basecamp River Tubing Kali Pring Kuning, Karanganyar

Aku berkesempatan untuk menjajal kegiatan aktifitas river tubing Bersama River Tubing Kali Pring Kuning. Sengaja aku tidak datang pada akhir pekan, karena pasti akan sangat ramai dan mengurangi ke syahduan berlibur. Ketika mengunjungi basecamp Kali Pring kuning, tidak ada wisatawan yg sedang bermain river tubing, ya harap maklum, karena hari senin adalah hari dimana yg lain sedang sibuk bekerja atau sekolah.

River tubing sendiri adalah aktifitas meluncur diatas permukaan air yg berarus ringan dengan menggunakan alat bantu berupa ban dalam mobil. Layaknya rafting, kegiatan ini lebih seru jika di lakukan di sungai dengan jeram jeram yg cukup deras dan besar, dari segi keamanan permaianan ini tidak ada bedanya dengan arung jeram. Pemainya harus menggunakan helm, sepatu, pelampung, serta pelindung kaki dan tangan agar mengurangi resiko cidera akibat berbenturan dengan bebatuan sungai.

Alamat dan kontak River Tubing Kali Pring, Karanganyar

Siang hari di karanganyar cukup terik, sehabis mengunjungi wisata Bukit Sumilir, perjalanan ku lanjutkan ke Kali Pringkuning, bertemu dengan rekan-rekan karangtaruna dan komunitas Jelajah Lawu untuk menjajal river tubing kali Pring Kuning yg mereka kelola. Berhubung waktu libur sudah usai, jadi aku sedikit merasa special dapat menikmati river tubing tanpa harus berbagi sungai dengan wisatawan lainya.

Peralatan Safety untuk river tubing

River Tubing Kali Pring Kuning sendiri memanfaatkan aliran air dari sumber mata air di kaki gunung lawu. Debit air sungai yg cukup deras di bendung untuk mendapatkan jumlah air yg cukup untuk menghanyutkan kami nantinya. Sembari menunggu air di bendungan penuh, aku bisa menikmati basecamp Kali Pring yg bernuansa asri, berada di lembah antara dua bukit, dengan suara gemercik air dan sesekali hembusan angin yg menggerakan dedaunan dan pohon-pohon bamboo manambah nyaman basecamp ini. Bawaanya pengen tiduran ajaah..

Sebelum melakukan aktifitas river tubing, peserta di wajibkan mengenakan helm, pelampung, pelindung kaki dan tangan, sepatu karet. Hal ini dimaksudkan untuk menghidari resiko kecelakaan. Mas mas pengelola pun dengan sigap membagi tugasnya masing-masing, ada seksi dokumentasi, pemandu, ataupun penjaga pintu air. Mas yg bertugas menjadi pemandu menjelaskan bagaimana cara duduk di atas ban, serta posisi kaki dan tangan yg benar dan aman. Β Baru lah setelah semua siap, sesuai aba aba pintu air bendungan pun di buka. Lantas meluncurlah ban ban yg seperti kue donat gosong itu mengikuti arus sungai.

Ban hitam meliuk liuk di sungai, sesekali tersangkut di batuan sungai yg cukup besar. Sesekali di balik batu besar memberi kejutan berupa jeram yg cukup dalam dan deras. Sesasi yg di rasakan tak kalah dengan bermain arung jeram di sungai yg besar. Teriakan bersahut-sahutan, bukan teriakan ketakukan, tapi terikan keseruan sembari was was dan berharap agar jeram di depan lebih seru.

Sungai tempatriver tubing yg terawat, membuat kegiatan semakin seru.

Meskipun sungai yg kami lewati berada di tapi jalan raya dan di atasnya terdapat rumah rumah penduduk, serta melewati kolong jembatan, tapi sungai ini tidak lah kotor, tidak ada satupun sampah yg hanyut ataupun terbawa arus air sungai. Airnya jernih mengalir, tidak berbau, dan terasa tawar. Karena aku sempat tertelan air waktu bermain river tubing. Hehe

Sangking senangnya bermain river tubing, menikmati jeram yg membuat basah seluruh tubuh jadi tak terasa kalau sudah sampai garis finish. Rasanya pengen terus nganyut sampai ke hulu sungai. Hahaha. Durasi pengarungan dengan river tubing ini sekitar 15-20 menit dengan jarak 1Km lebih sedikit dari titik start. Sesampainya di garis finish kami di jemput oleh mas masnya yg bertugas menjemput dengan sepeda motor.

Belum puas bermain menyusuri sungai dengan ban mobil, aku kembali lagi masuk ke sungai menikmati aliranya yg jernih dan sejuk. Selagi masih banyak pohon yg tumbuh di atas sana, selama itu pula sungai ini akan terus mengalir. Jangan sampai sungai ini mengering karena keserakahan segelintir manusia.

Melihat aku asik bermain air, mas-mas pengelola menawarkan aku untuk berenang di sungai yg mereka bendung, karena bendunganya sudah penuh airnya pun melimpah hingga menciptakan semacam air terjun buatan. Aku tak menyia-nyiakan kesempatan ini, segera aku menceburkan diri di kolam air terjun, menikmati guyuran air yg deras menghempas tubuhku.

Semakin lama ternyata semakin dingin, aku pindah wahana. Bermain ke kolam renang alami dengan air jenih hingga terlihatlah batu batuan yg ada di dasar sungainya. Berenang seperti anak kecil, bermain air kegiarangan.

Menikmati kedamaian.

Aku percaya ketika kita menjaga kelestarian alam, maka alam akan memberi kita banyak kelebihan. Sepertihalnya sungai, ketika kita menjaga kelestarian hutan, maka air yg menjadi sumber kehidupan akan senantiasa terus mengaliri sungai, jika sungai terus mengalir tak ada lahan pertanian yg kekeringan, tak ada ikan yg akan mati kekurangan air. Air akan terus memberikan manfaatnya, baik dari segi ekonomis maupun segi wisata.

Mainset menjaga kelestarian alam dengan upaya menumbuhkan tempat tempat wisata alam seperti ini layak di apresiasi. Seperti halnya yg dilakukan karang taruna di banyak desa termasuk karang taruna KaliPring Kuning. Dengan memanfaatkan sungai sebagai tempat kegiatan river tubing, tentu secara tidak langsung mereka menjaga kelesatarian sungai agar tidak menjadi tempat pembuangan sampah. Sekali lagi, ketika kita bersahabat dengan alam, maka alam pun akan bersahabat dengan kita.

Ironisnya ketika masyarakat bawah mulai menikmati hasil dari pelestarian alam tiba tiba menggema tentang proyek explorasi geothermal gunung lawu. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) ini sudah masuk dalam tahap kajian, sementara di lain pihak sebagian masyarakat belum banyak mengetahui tentang adanya proyek ini. Tak ayal banyak pihak yg menolak, termasuk dari kelompok masyarakat dan pegiat alam.

Penolakan bukan di sebabkan kurangnya sosialisasi, tapi juga terkait kelestarian alam gunung lawu nantinya. Bukan tidak mungkin pengembangan PLTPB itu nantinya akan menyebabkan kerusakan hutan, yg menyebabkan hilangnya sumber mata air di Gunung Lawu. Jika hal demikian terjadi, apa artinya negeri ini terang benderang dengan cahaya tapi tidak ada air untuk kehidupan. Sungai sungai lambat laut akan mengering karena, pohon-pohon tak lagi dapat tumbuh tinggi. Udara tak lagi segar karena tercemar polusi. Lantas apa artinya gemahripah jika harus mati di lumbung padi.

Spanduk Penolakan Explorasi Geothermal Gunung Lawu.

Save Earth dan salam lestari.

#lawuoradidol #stop explorasi geothermal gunung lawu

 

Share This:

3 thoughts on “River Tubing, Kali Pring Kuning, Karanganyar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *