Selamat menunaikan ibadah puasa bagi teman-teman yg menjalankannya. Gimana sudah bukber sama siapa aja? sama teman-teman kantor, alumni SMA, alumni kampus, udah bukber sama mantan? eh… Semoga tahun depan bisa bukber sama pasangan halal nya ya gaes,. Aamiin.

Ramadhan adalah bulan penuh berkah bagi siapapun, berbagai jenis makanan di jajakan di pinggir jalan, berbagai jenis es laku terjual meskipun hujan sedang berguguran. apa lagi jika terik dan keringat bercucuran, mungkin stok es akan lebih cepat laku terjual, Masih siang dan saya mendadak pengen es kepal Milo. hihih

Cerita yg di tunggu ketika ramadhan tiba adalah cerita tentang bagai mana bertemu dengan teman lama, di suatu sore menjelang berbuka. Sembari menanti adzan mulailah duduk melingkar berbagi cerita, baik tentang setahun yg lalu atau tentang beberapa tahun yg lalu, yg tentu saja semua telah berbeda.

Sebut saja dia yg dulu jomblo, tiap pertemuan selalu menjadi bahan ledekan sekarang datang dengan membawa gandengan lengkap dengan cicin emas putih melingkar di jari manis nya. Sementara yg dulu getol banget ngeledekin cuma bisa senyum masem karena merasa di skak mat oleh para pemberi harapan katanya ingin datang melamar tapi ketika hilal tiba pun rombongan keluarga tak kunjung kelihatan. Beberapa rekan dengan bangga menggandeng sang istri yg tertatih sambil memegangi perut nya yg membesar, “tak sabar nunggu junior lahir ” begitu candaanya.. sementara masih lah yg lain dengan cerita kesibukanya di balik meja kerja, menghadapi rutinitas yg setiap hari serupa tapi tak sama. atau sibuk dengan dunia nya sendiri, menikmati kesendirian yg tak pernah tau kapan akan berakhir.

Bagi ku yg sudah satu windu menjalani ibadah puasa di tanah rantau, ramadhan adalah bulan yg selalu menghadirkan rindu. Rindu akan masakan ibu yg selalu saja lebih enak dari warung manapun yg berjualan ketika puasa. Rindu akan rasanya pulang ke kampung halaman, rindu akan berangkat ke mesjid berbarengan. Tapi untung lah rindu sedikit lebih beruntung dari pada rindu mereka yg mungkin sudah tak tau lagi harus mudik kemana, sudah tak bisa lagi berjumpa dengan ayahnya, dengan ibu nya. Setidaknya aku sedikit lebih beruntung.

Bukber bersama anak-anak di panti asuhan menjadi bagian dari kegiatan yg Allhamdulillah rutin di lakukan. Bukan untuk memamerkan diri tapi untuk belajar lebih banyak bersyukur, dan beruntung lah saya berada di tengah teman-teman yg ternyata juga memiliki rasa peduli.

Pendaki Indonesia Korwil Jogja bersama anak-anak panti asuhan La Tahzan Kota Gede, Yogyakarta.

“Tirta seneng banget sama anak-anak” celetuk salah seorang teman, ketika aku sedang tertawa bersama anak-anak panti.

panti…

Bulir bening di pelupuk mata ingin rasanya mengalir ke pipi jika tak sempat di seka. Membayangkanya membuat ku teringat akan kedua orang tua yg jauh di sana. Anak-anak ini tumbuh dan berkembang dalam pelukan saudara seiman, senasib, kehilangan ayahnya, di tinggal mati ibu nya. Atau mungkin tak pernah tau siapa orang tuanya. Lantas kita masih bisa menahan air bening itu untuk tidak mengalir jatuh, ketika mendengar cerita mereka.?

Tawa mereka adalah tawa yg merindu, rindu akan keluarga mereka yg entah kemana rimbanya, senyum mereka adalah senyum-senyum pilu, tak tau harus bercerita apa tetang orang tua nya. Sebab ada yg tak sempat menikmati asi dari ibu, yg lupa akan wajah sang ayah, yg tak tau kemana kedua nya kini berada. Tinggal di panti mungkin bukan keinginan mereka, tapi pilihan yg lebih baik dari pada harus bergelut dengan dunia jalanan yg kejam, sementara rindu itu terus menggelayut ketika orang-orang bicara tentang pulang.

Lalu aku, hanya bisa menunduk bertafakur, bersyukur, masih bisa mendengar suara dari orang-orang yg ingin ku jumpa, masih bisa bercengkrama dari orang-orang yg jauh di sana. Lebih baik merindu pada jarak dari pada merindu pada ketiadaaan..

Mumpung masih ramadhan, mari perbanyak mengirim doa kepada teman-teman yg sudah lebih dahulu berpulang ke sisiNya, kepada sanak saudara yg tak lagi sempat menikmati keberkahan ramadhan tahun ini, kepada kedua orang tua kita, semoga diampuni segala dosa-dosanya.

Selamat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan semoga kita semua menjadi mahkluk yg senantiasa bersyukur.

 

Kota Gede, Yogyakarta

17 Ramadhan 1439 H.

 

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *