Bagi penggiat alam buku ini patut menjadi satu koleksi dan wajib nangkring di rak buku kalian. Buku berlatar belakang kegiatan pendakian gunung yg di tulis dengan roman misteri oleh Rons Imawan ini berhasil membawa kita sekaakan berada dalam keeping-keping partikel mistis yg membuat bulukuduk berdiri. Apa lagi jika teman-teman sekalian pernah melakukan pendakian di gunung yg menjadi bagian dari cerita dalam buku ini.

Sebenarnya buku ini bukan seutuhnya berisi satu cerita. Namun, buku yg berjumlah kurang lebih ada 316 halaman ini terbagi menjadi 3 buah cerita berbeda. Langit Mebabu sendiri adalah cerita pertama yg disajikan dalam buku ini.

Langit Merbabu berkisah tentang dilema kehidupan asmara dua umat manusia Raras dan Langit yg menjadi tokoh utama dalam cerita ini. Tentu saja, cerita ini berbau mistis. Pemilihan kata dan penyusunannya agar menjadi kalimat dan paragraph yg tepat membuat cerita dalam buku ini mudah dicerna, terlebih sepertinya Rons Imawan berpengalaman betul tentang pendakian gunung, sehingga penggambaranya akan cerita mistis yg ditulis terasa nyata.

Ada 3 Kisah yg di tulis oleh Rons Imawan di dalam buku berkover merah gradasi hitam ini. Ketiganya merupakan cerita berlatar kehidupan remaja pegiat alam yg di balut dalam alur alur cerita misteri dari masing-masing tempat yg menjadi latar belakang nya.

Cerita pertama berkisah tentang seorang Raras, wanita yg begitu cintanya dengan kegiatan pendakian gunung. Raras di gambarkan sebagai sosok yg supel, memiliki seorang kekasih yg bernama Langit. Langit sendiri adalah seorang pemuda yg workholic sehingga jarang sekali memiliki waktu bersama dengan Raras. Dilema diantara keduanya terjadi ketika Raras bersikukuh untuk merayakan ulang tahunya di Gunung Merbabu, sementara Langit bersikeras menahan raras untuk tidak melakukan pendakian dan ingin merayakan berdua.

Tapi kecintaan raras pada gunung membuat langit tak mampu menahan raras untuk tak beranjak pergi. HIngga pada suatu saat ketika sedang melakukan pendakian, raras mendapati firasat fisarat buruk yg terjadi pada langit, dan gambaran gambaran tetang kematian itu begitu jelas di benak wanita yg digambarkan memiliki kemampuan lebih ini.

Cerita mistis gunung mebabu via selo yg di gambarkan oleh Rons Imawan terasanya nyata hingga kita sendiri terasa melihat kematian itu begitu dekat. Dilema kedua anak muda ini pun mengajarkan kita untuk kembali berpikir, ada yg lebih tinggi dari puncak gunung itu sendiri.

 

Cerita kedua kembali berkisah tentang pendakian gunung, setting tempat yg diambil adalah Gunung Merapi. Tentu bagi para pegiat alam banyak mengenal tentang salah satu gunung Merapi Aktif yg ada di Indonesia ini. Cerita misteri tetang pasar burbah Gunung Merapi sudah taka sing bagi siapapun yg pernah mendaki ke sana.

Rons Imawan memalui rangkaian kata dan imajinasi nya berhasil merangkai sebuah cerita dengan tingkat misteri yg luarbiasa bikin pembaca deg deg serrrr. Judul Sang Imam, Makmumku adalah seribu Jin dan Malaikat Merapi yg disematkan pas menjadi pembuka dari cerita tentang Raung. Seorang pendaki asal luar daerah, yg memutuskan untuk mendaki Gunung Merapi sendiri. Dalam perjalanan Raung bertemu dengan dua orang pendaki, Kakek dan seorang wanita kecil, yg dianggapnya sebagai cucu dari kakek tersebut. Namun praduga raung ternyata meleset.

Perkenalan yg sesaat itu membuat Raung melakukan apa yg tidak sebaiknya ia lakukan. Tak ada kejadian aneh yg Raung alami, selama pendakiain hingga ia sampai di Pasar Burbah, sebuah tempat lapang yg menjadi camp area terakhir pendakian Gunung Merapi. Dataran yg gersang nyaris tak ada pohon, hanya bebatuan sisa sisa kemurkaan sang merapi menjadi penunggu setia nya disini.

Keanehan mulai menghantui Raung yg mendaki sendiri saat ini, alunan gamelan jawa dan keramaian serupa pasar bersaut-sautan seolah ada kehidupan lain yg berada di luar tenda Raung. Namun tak cukup sampai disitu, kemunculan pendaki-pendaki yg awalnya di anggap teman, ternyata tak sesuai dengan apa yg ia bayangkan dari dalam tenda, membuat saya harus mengingat kembali tentang cerita teman-teman rewalan sewaktu mengevakuasi korban erupsi merapi beberapa tahun lalu. Tetang kemunculan sosok sosok tanpa bagian tubuh yg lengkap, sosok dengan wajah yg hancur. Ini lah yg di alami Raung, sebagaimana yg ditulis Rons Imawan.

Belum lagi kemunculan serdadu dari atas kawah merapi dan mahkluk mahkluk bersayap dan memacarkan cahaya putih, yg menjadi makmum Raung sewaktu menjalankan Ibadah Sholat subuhnya. Pergulatan batin tentang ketakutan dan rasa penasaran, tentang apa yg disampaikan oleh sosok makhluk bersayap itu memaksanya harus menunda kepulangan, sementara bayangan sang ayah yg memanggil manggil nya untuk pulang, menjadi beban batin yg kelak menjadi penyesalan dan cerita pamungkas sebagai penutup cerita ini.

Raung mengalami pergulatan batin yg hebat, berusaha mencari jawaban untuk apa semua yg ia alami ini terjadi. Penyesalan, atas kematian sang ayah yg mencarinya, serta keluarga yg ditinggalakn selama ini. Serta tentang gadis kecil dan kakek tua yg dia temui kemarin. Memaksanya menalar dan menyakini apa yg tak dapat dicerna oleh logika manusia.

Satu clue dari saya untuk ending dari cerita ini adalah. “jika waktu mau menunuggu akan ku dapati engakau”

Cerita ketiga berjudul Rest in Peace Area..

Kali ini Rons Imawan merangkai kata untuk menceritakan tetang perjalan hidup seorang pemuda bernama Anjar, (mirip nama temen ku) bersama dua orang sahabat kembarnya serta seorang kekasih bernama Tresia.

Cerita ini di awali oleh trauma si Anjar terhadap kematian dua sahabat karibnya Harap dan GEma akibat kecelakaan. Keisengan yg mereka lakukan sewaktu perjalanan ke Sukabumi di jalan tol, ternyata merubah kehidupan mereka. Bagaimana tidak, akibat terpengaruh cerita mitos tentang yg di baca Gema, tentang make a wish at a speed 120MPH, then everything will ome true, yg akan terwujud. Akibatnya mereka mencoba. Namun ternyata permintaanya dikabulkan.

Harap, Gema dan Anjar memiliki keingan yg berbeda dan sialnya permintaan mereka itu terwujud. Anjar menjadi kemampuan untuk melihat ke masadepan. Kemampuan ini lah yg akhirnya membawa mereka lebih dekat pada kematian mereka sendiri. Dan berujung pada keputus asaan salah satu dari mereka untuk melanjutkan kehidupan, setelah dihantui rasa bersalah dan rasa sakit hatinya..

 

Overall, buku ini layak di sejajarkan di rak buku teman-teman sekalian.

 

Merbabu….

Tempat di mana bisa kutemukan diri sendiri.

Juga Kehilangan diri sendiri

Keindahan di mana bisa ku temukan cinta,

Juga kehiangan cinta

Keelokan di mana bisa ku temukan senyum dan tawa

Juga air mata.

Kekuatan di mana bisa kuhentikan waktu.

Juga berpacu mengejarmu.

Keanggunan di mana bisa kutemukan hidupku, juga mati mu

Tempat di mana bisa ku berdiri lebih tinggi dari awan.

Juga terpuruk lebih rendah dari pada lembah.

 

 

Merbabu …. Rengkuh jiwaku

Tetaplah menjadi tempat pulangku,

Rangkut atmaku..

 

 

Sudilah menjadi tempat ku berpulan.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *