Tren penggunaan media sosial sekarang menjadi salah satu pemicu bertambahnya animo masyarakat terhadap keindahan alam Indonesia. Berbagai media tengah gencar mempromosikan footage ataupun foto keindahan bumi pertiwi dari semua sisi. Bahkan Kementrian Pariwisatapun bergerak lebih aktif mempromosikan Indonesia dengan tajuk wonderful Indonesia di berbagai penjuru dunia. Hal ini tentunya sangat baik bagi kemajuan dunia pariwisata, dan akan meningkatkan kunjungan wisatawan di semua objek wisata. Bahkan bukan tidak mungkin akan banyak bermunculan objek wisata indah di berbagai lokasi, bahkan di tempat terpencil sekalipun. Namun bukan dunia kalau hanya menyajikan keindahan, tapi di balik itu semua tentu menimbulkan sisi kelam, gelap dan sisi sedih jika kita ulas kembali.

Keindahan instan yg disajikan oleh media sosial inilah yg menjadi dorongan banyak orang untuk terut serta mengabadikan diri di tempat serupa. Banyak anak mall yg berubah menjadi anak gunung, menyulap snickers nya menjadi trakking shoesย  atau para alayers pemburu like yg menyulap tongsisnya menjadi trekking pole. Dan masih banyak lagi, manusia yg mengubah kiblat hobi nya dari hobi nyantai menjadi hobi nyampah, eh maksudnya hobi extrem, berbekal tekad, niat dan harsat. Tidak ada yg salah, toh di Indonesia negara yg kita cintai ini, setiap dari kita berhak melakukan berbagai cara untuk menunjukan rasa cinta nya. Setiap kitapun berhak melakukan apapun hobinya, selagi bisa tidak bertentangan dengan aturan yg berlaku. Tapi setiap dari kitapun wajib tahu berbagai resiko yg siap menghantui.

Bermain di alam memang tidak semudah bermain di mall alam sutra, dan keindahan alam yg sering kita lihat di instagram, facebook, dan berbagai macam media pun kadang tak seindah aslinya, jikapun indah tentu perjalanan memotretnya tak segampang naik eklator dari lantai satu ke lantai 3. Alam itu seperti wanita, yg indah belum tentu mudah di dekati, yg terlihat cantik pun kadang hanya bisa di lirik tanpa bisa di miliki. Jadi butuh skill, butuh intropeksi diri, dan wawasan yg mumpuni untuk menaklukan ahh tidak bukan menaklukan tapi untuk bisa lebih dekat, bersahabat dan akrab bersama wanita, eh maksudnya alam.

Jika kita mau sejenak mereview kebelakang, tentang betapa tegasnya alam menjaga keseimbanganya, bagi mereka yg tidak siap atau dengan sengaja mengabaikan kode kode nya, maka harus bersiap pula menyatu bersamanya, manjadi bagian dari tanah yg subur. Tapi yg namanya musibah tak ada yg tau, kapan datangnya, dan sebaik baiknya manusia adalah manusia yg eling lan waspodo, begitu kata Ranggowarsito. Kewaspadaan kita nantinya bukan hanya bekal bagi diri kita sendiri, tapi juga meringankan pekerjaan orang lain.

Oleh karena itu pula, Pendaki Indonesia dalam hal ini Korwil Yogyakarta atau kerenya di sebut #pi_jogist mengadakan kegiatan bertajuk “Biological Explore”. Kegiatan sesi 1 ini bertujuan memberikan pengalaman kepada rekan-rekan pegiat alam, pencinta alam, para traveler, siapapun yg memiliki hobi bermain di luar ruang guna menambah pembendaraan ilmu, mengenali potensi diri, potensi lingkungan sekitar kita, yg dapat di manfaatkan sebagai kekuatan alami, serta berbagi pengalaman dalam mengahadapi berbagai macam resiko yg setiap saat mengintip melalui celah celah keteledoran kita sebagai manusia.

Baca juga : Membuat Api Dengan Firestarter

Kita tak bisa mencintai negeri ini dengan sepenuh hati jika kita tak pula mengerti arti mencintai diri kita sendiri, kita takan bisa merawat negeri ini jika kita tak pula bisa merawat diri kita sendiri, bagaimana mungkin org sakit akan merawat orang yg sehat atau orang yg sakit lainya.? Disinilah kita belajar bagaimana mencintai diri kita, agar mampu bertahan dalam keadaan kekurangan sekalipun, agar mampu bertahan pada kondisi paling tragis, meski sudah jatuh berkali kali, sudah penuh sayatan luka di kaki, tangan, tubuh serta hati ini, setidaknya kita masih punya satu sikap mental survive, bertahan dengan harapan yg positif. I must life, i never give up, i am stronger,. Semangat semacam itu akan kita miliki, ketika kita telah mengetahui apa yg harus kita lakukan dalam keadaan darurat, agar tak mati di pelukan dingin, agar tak patah kalah oleh ranting, agar bertahan menunggu bantuan, hingga dapat sandaran. Setidaknya untuk diri sendiri. Dan bukan tidak mungkin, kita menjadi pahlawan bagi teman terdekat kita. Bagi org yg kita cintai.

#pi_jogist melalui jaringan underground yg seperti jaring spiderman mengundang pembicara serta pengisi materi yg berkompeten di bidangnya, maka sangat disayangkan kesempatan seperti ini jika di lewatkan, kapan lagi kita bersua dengan Tim Survival Skill Indoenesia, dengan profesional guide dan photographer outdoor, dengan mapala2 yg memiliki pengalaman serta pengetahuan di bidangnya.

Jadi jangan lewat kan kesempatan camping bareng #pi_jogist di Bumi Perkemahan Sinolewah, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, pada ranggal 18-19 november 2017, kegiatan ini terbuka untuk umum, boleh bawa ibu, ayah, kakak, adik, pacar, atau yg pernah nganggep kamu kakak atau adik juga silahkan, atau yg pernah dianggap teman jg gpp. Hahaha. Htm nya cuma 50k, nanti bisa gratis nyicipi kopi temanggung yg langsung dikirim oleh si empunya sana. Nantiย  bisa kita sedu dan sruput bareng2, di bawah langit berbintang di malam yg dingin, sambil berbagi pengalaman, berbagi kasih, asal jangan berbagi kekasih.

Untuk informasi lebih lengkap bisa japriย  mbk Desy : 08122973949 atau mas Rahman : 085643823020ย atau klik disini #biologicalexplorers

 

Kegiatan ini di gagas, agar kita dapat menjaga diri, menjaga teman, saudara, ketika berkegiatan di alam, karena pertolongan terdekat, tercepat, ketika terjadi insiden di setiap kegiatan kita, baik di luar ruang ataupun di dalam ruangan, di mall ataupun di alam, di gunung ataupun di pantai, di hutan ataupun di kota adalah diri kita sendiri, lalu kemudian orang yg terdekat dengan kita, baru kemudian petugas yg berkompeten..

Sampai ketemu di Sinolewah, dan jangan lupa berbagi kebaikan…

Salam Pendaki, Indonesia.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *